Langsung ke konten utama

KATA MAMA

Kata Mama, 

Seiring bertambahnya umur gue semakin mengerti maksud orang tua gue dulu dan menemukan beberapa sisi baik dari nasihat-nasihat yang dulu sering diulang. Berdo'a Nak. Salah satunya nasehat orang tua gue yang ini. Dulu gue mikirnya doa tuh ya cuman buat meminta. Ternyata nggak gitu, nggak sesimpel itu. 

Setelah berkontempelasi, gue bisa bilang kalau do'a nggak melulu meminta, lo bisa curhat aja tentang semua hal yang terjadi di hiduplo tanpa takut di judge, lo bisa ngelakuin kapanpun karena tuhan ngga tidur, lo bisa mengakui hal-hal yang nggak bisa lo akui didepan manusia, lo bisa nangis sampai ketiduran. oiya yang harus digaris bawahi, doa itu bukan cuman untuk mereka yang taat ya, sebejat apapun lo, secape apapun lo, balik ke Tuhan, doa aja ke Dia. 

oot deh, 

Gue selalu bertanya-tanya apakah gue seberuntung mama-ayah gue, karena masih bisa liat anak-anaknya sampai hari ini. Gue bertanya-tanya apakah gue bisa ngasih tau lo ini dan itu, gue bertanya-tanya kalau nanti lo ada dimasa mencari jati diri-- lo mencari tahu kenapa lo begini kenapa lo begitu, apakah gue ada disamping lo buat ngedengerin segala keresahan lo sebagai manusia. Apakah gue bisa bantu angkat lo kalo lo nyusruk, apakah gue bisa hadir buat meluk lo, megang tangan lo dan bilang it's ok, it will pass! If it's not ok, it's not the end. Bcs everyting will be ok in the end. 

__

ah gue jadi nglantur kemana-mana. Semoga lo sehat terus yaa!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIMUR DAN LAHIRNYA MPRET

Timur adalah orang yang menginspirasi gue untuk membuat sebuah tulisan yang ditujukan kepada anak, karena menurutnya kita juga akan jadi orangtua, dan bagi orangtua nggak ada yang lebih berharga daripada anaknya. Makanya akhirnya gue mempersembahkan semua tulisan berikut termasuk yang alay buat anak gue.  Mpret, panggilan kesayangan gue kepada anak-anak gue yang nantinya baca tulisan gue ini.  Kalo gue masih hidup pas lo baca ini jangan ngecengin gue kalo suatu saat lo nemuin blog ini, karena gue gengsi banget, dan mungkin beberapa tulisan disini bikin gue malu. Tapi karena blog ini salah satu hal yang nemenin gue, jadi dia berharga dan gue pertahankan sampai sekarang. Lewat semua tulisan disini gue mau lo tau kalo ibu lo ini ngga sempurna, ibu lo punya salah, ibu lo pernah alay, ibu lo memalukan, ibu lo bucin, ibu lo pernah bego, tapi ibu lo belajar dari semua itu dan nggak menyerah buat jadi pribadi yang lebih baik.  Tujuan lain gue nulis disini karena gue mau lo ngeras...

Cadar

Apa yang kamu pikirkan ketika kamu mendengar kata cadar? Teroris? Isis? Islam sesat? Islam garis keras? Peculik? Cuci otak? Tidak ramah? Ribet? Mengapa semuanya berbau negatif ya? Suudzon-kah namanya? Oke aku tak akan membahas tentang suudzon. Aku ingin memberi sedikit bocoran tentang apa yang aku pikirkan ketika aku mendengar kata “cadar”. Awal mulanya, aku berfikir demikian juga, sama seperti kebanyakan orang. Aku berfikir bahwa mereka yg bercadar adalah orang Islam yg suka menculik, orang Islam yg berada dalam garis keras, suka mencuci otak oranglain. Setelah ku pikir sekarang, aku seperti itu karena aku tidak mengenal betul apa itu cadar dan mengapa sebagian orang memakainya. Dan aku tak terbiasa melihat orang bercadar. Mengapa tak terbiasa? Mulai dari kecil aku hanya melihat orang-orang tak berjilbab, memakai rok pendek, celana pendek, namun masih dalam batas wajar. Suatu ketika aku melihat berita di tv mengenai teroris, kemudian beberapa ...

Karenamu

Bukan karena dia atau mereka, ini tentang kamu.  Yang menghabisi diri sendiri dengan ketidakpercayaan.  Teruslah begitu, bila ingin begitu.  Sadarlah! Itu sangat menyakitkan! Semua yg direncanakan gagal dilakukan, Semua yg sudah dipersiapkan justru dihancurkan diri sendiri dan pasrah terhadap semesta. Goodjob!