Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Cadar

Apa yang kamu pikirkan ketika kamu mendengar kata cadar? Teroris? Isis? Islam sesat? Islam garis keras? Peculik? Cuci otak? Tidak ramah? Ribet? Mengapa semuanya berbau negatif ya? Suudzon-kah namanya? Oke aku tak akan membahas tentang suudzon. Aku ingin memberi sedikit bocoran tentang apa yang aku pikirkan ketika aku mendengar kata “cadar”. Awal mulanya, aku berfikir demikian juga, sama seperti kebanyakan orang. Aku berfikir bahwa mereka yg bercadar adalah orang Islam yg suka menculik, orang Islam yg berada dalam garis keras, suka mencuci otak oranglain. Setelah ku pikir sekarang, aku seperti itu karena aku tidak mengenal betul apa itu cadar dan mengapa sebagian orang memakainya. Dan aku tak terbiasa melihat orang bercadar. Mengapa tak terbiasa? Mulai dari kecil aku hanya melihat orang-orang tak berjilbab, memakai rok pendek, celana pendek, namun masih dalam batas wajar. Suatu ketika aku melihat berita di tv mengenai teroris, kemudian beberapa ...

Tak Tahu

Aku tak tahu, bahkan tak akan pernah tahu bagaimana cara melupakanmu. Sehingga aku hanya dapat mengalihkan titik fokus yang semula hanya tertuju kepadamu. Kemudian merubah beberapa kebiasaan agar tak selalu bergantung padamu. Boleh kan? hmm.. Setidaknya aku tak pernah melupakanmu.

Ada Waktunya..

Ketika langit mulai mendung, jangan salahkan bila tak lama kemudian hujanpun turun. Ketika malam menjelang, jangan salahkan bila tak lama kemudian langitpun gelap. Ketika musim berganti menjadi kemarau, jangan salahkan bila tak lama lagi pohon-pohon akan gundul. Semua itu ada waktunya. Sama halnya dengan ia, ia atau ia. Ada waktunya ketika ia berhenti untuk sekedar menoleh melihatmu seraya memastikan kau masih baik-baik saja dan masih berjalan di dekatnya. Ada pula waktunya ketika ia harus memalingkan pandangannya kembali menatap kedepan dan berjalan meninggalkanmu. Ada waktunya ketika ia menggunakan senternya untuk menyinari jalanmu yang gelap. Ada pula waktunya ketika ia mengalihkan penyinaran ke arah jalannya sendiri. Ada waktunya ketika ia mendongak ke arahmu menanyakan maukah kamu makan atau pertanyaan sepele lainnya. Ada waktunya ia kembali asyik dengan dunia gamenya. Ada waktunya ketika Tuhan berkata dekatlah . Ada waktunya ketika Tuhan kembali ber...

Selamat dan Semangat!!

Selamat pagi kepada semua kalongers.. Saat ini waktu telah menunjukkan pukul 1.10 am. Seharusnya orang sepertiku ini sudah berlayar dipulau kapuk kemudian berjalan-jalan ke alam mimpi. Namun, entah mengapa mata ini tak mau terpejam. Seperti masih ada yang mengganjal di hati, masih ada yang berlari-lari dipikiran. (lagi) Selamat Pagi kepada semua kalongerss.. Lupakan atau anggap saja tak ada satu paragraf di atas. (lagi) Selamat Pagi kepada semua kalongerss.. Lupakan semua yang tertulis disini. Aku, sebagai penulis hanya ingin mengatakan "Semangat" untuk kalian yang mungkin sedang jungkir balik karena tugas negara atau provinsi, Untuk kalian yang mungkin sedang menata kembali impian impian setelah mengalami ujian kehidupan (re: UTS), Untuk kalian yang mungkin sedang bersiap-siap menunggu datangnya ujian keimanan (re: mau UTS). Yah, Semangat!! (lagi) Selamat Pagi kepada semua kalongerss.. Ada rindu yang kuteriakkan pada hening malam ini. Ada air mata yang tak seng...

Teruntuk yang berulang tahun kemaren

Selamat! Selamat pagi di tanggal 30 Maret 2016.  Selamat menikmati umurmu diangka yg baru ini, di angka yg mendekati 1/5 abad. Memang bukanlah angka kesukaanmu, tetap saja kau harus terima. Yak! 19 tahun. Aku tak ingin mengatakan bahwa kau ini sudah tua. Aku hanya ingin mengatakan bahwa sudah cukup bersikap kekanak-kanakannya, dan harus semakin bijak dalam melakukan semua hal. Huft apasih sebenarnya yg aku tulis ini -_- Kemarin aku sama sekali tak mengucapkan selamat ulang tahun kepadamu, don’t you?  Haha, maafkan aku, bukannya aku melupakan hari ulang tahunmu yg memang selama ini bukan hari yg kau anggap penting. Lagipula sudah biasa orang berbondong-bondong untuk menjadi orang pertama atau yg terakhir untuk mengucapkan selamat ulang tahun di hari kelahiranmu. Dan aku tak ingin sama dengan mereka, aku ingin menjadi berbeda. Aku berdiam diri sembari menerbangkan doa kelangit agar sampai kepada-Nya. Boleh kan apabila seperti itu? Harus boleh. No comment. Ba...

Ada yang...

Ada yang seharian ini memasang senyuman terlebarnya yang entah di tujukan oleh apa atau siapa. Ada yang seharian ini mencoba mengeluh dengan keadaan, namun kenyataannya tak ada yang bisa di keluhkannya. Ada yang seharian ini berusaha untuk melupakan segala perasaan yang datang menyeruak ke dalam dada. Namun sia-sia, perasaan itu semakin dalam hingga teringatlah setiap detilnya. Kemudian sukses membuatnya lebih bersemangat dalam menjalani hari yang telah di gariskan-Nya. Ada pula yang sedari tadi berusaha untuk memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak, menghilangkan segala penat yang ada, melupakan segala perih yang ada. Iya aku. Namun entah apa dan siapa yang menyebabkan aku seperti ini. Entah kamu atau Dia atau mereka. Hmm. Entahlah.. *wadu gabut*