Langsung ke konten utama

Teruntuk yang berulang tahun kemaren

Selamat!
Selamat pagi di tanggal 30 Maret 2016. 
Selamat menikmati umurmu diangka yg baru ini, di angka yg mendekati 1/5 abad. Memang bukanlah angka kesukaanmu, tetap saja kau harus terima. Yak! 19 tahun. Aku tak ingin mengatakan bahwa kau ini sudah tua. Aku hanya ingin mengatakan bahwa sudah cukup bersikap kekanak-kanakannya, dan harus semakin bijak dalam melakukan semua hal.
Huft apasih sebenarnya yg aku tulis ini -_-


Kemarin aku sama sekali tak mengucapkan selamat ulang tahun kepadamu, don’t you? 
Haha, maafkan aku, bukannya aku melupakan hari ulang tahunmu yg memang selama ini bukan hari yg kau anggap penting. Lagipula sudah biasa orang berbondong-bondong untuk menjadi orang pertama atau yg terakhir untuk mengucapkan selamat ulang tahun di hari kelahiranmu. Dan aku tak ingin sama dengan mereka, aku ingin menjadi berbeda. Aku berdiam diri sembari menerbangkan doa kelangit agar sampai kepada-Nya. Boleh kan apabila seperti itu? Harus boleh. No comment.

Bagaimana harimu kemarin? Apakah kau sibuk? 
Oh iya, aku lupa hari ini kau mulai sibuk dengan UTS. Selamat belajar dan berusaha. Percayalah! Hasil takkan menghianati usaha. Lupakanlah tugas-tugasmu yang telah lalu, yang menyita waktu tidurmu, biarlah menjadi bagian dari kenangan. Oiya, apabila warung pecel lele kesukaanmu tutup, jangan lupa isi perutmu itu, dia butuh diisi, tubuhmu perlu makanan. Mmm.. jangan terlalu kelelahan ya, sana lekas istirahat. ._.

Jadi, apa sebenarnya inti dari tulisanku ini? Tak ada maksud dan hal lain kecuali hanya iseng. hahaha. Oke lupakan paragraf sebelumnya, menye-menye tidak jelas. Mungkin kau ingin muntah sekarang karena tulisan ini, namun bukan itu yang ku inginkan. 
Selamat menunggu kejutan dari teman-teman atau geng terdekatmu. hehehe. 

Ah sudahlah..
(sekali lagi)
Selamat Pagi di tanggal 30 Maret 2016 <3
Selamat!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIMUR DAN LAHIRNYA MPRET

Timur adalah orang yang menginspirasi gue untuk membuat sebuah tulisan yang ditujukan kepada anak, karena menurutnya kita juga akan jadi orangtua, dan bagi orangtua nggak ada yang lebih berharga daripada anaknya. Makanya akhirnya gue mempersembahkan semua tulisan berikut termasuk yang alay buat anak gue.  Mpret, panggilan kesayangan gue kepada anak-anak gue yang nantinya baca tulisan gue ini.  Kalo gue masih hidup pas lo baca ini jangan ngecengin gue kalo suatu saat lo nemuin blog ini, karena gue gengsi banget, dan mungkin beberapa tulisan disini bikin gue malu. Tapi karena blog ini salah satu hal yang nemenin gue, jadi dia berharga dan gue pertahankan sampai sekarang. Lewat semua tulisan disini gue mau lo tau kalo ibu lo ini ngga sempurna, ibu lo punya salah, ibu lo pernah alay, ibu lo memalukan, ibu lo bucin, ibu lo pernah bego, tapi ibu lo belajar dari semua itu dan nggak menyerah buat jadi pribadi yang lebih baik.  Tujuan lain gue nulis disini karena gue mau lo ngeras...

Cadar

Apa yang kamu pikirkan ketika kamu mendengar kata cadar? Teroris? Isis? Islam sesat? Islam garis keras? Peculik? Cuci otak? Tidak ramah? Ribet? Mengapa semuanya berbau negatif ya? Suudzon-kah namanya? Oke aku tak akan membahas tentang suudzon. Aku ingin memberi sedikit bocoran tentang apa yang aku pikirkan ketika aku mendengar kata “cadar”. Awal mulanya, aku berfikir demikian juga, sama seperti kebanyakan orang. Aku berfikir bahwa mereka yg bercadar adalah orang Islam yg suka menculik, orang Islam yg berada dalam garis keras, suka mencuci otak oranglain. Setelah ku pikir sekarang, aku seperti itu karena aku tidak mengenal betul apa itu cadar dan mengapa sebagian orang memakainya. Dan aku tak terbiasa melihat orang bercadar. Mengapa tak terbiasa? Mulai dari kecil aku hanya melihat orang-orang tak berjilbab, memakai rok pendek, celana pendek, namun masih dalam batas wajar. Suatu ketika aku melihat berita di tv mengenai teroris, kemudian beberapa ...

Karenamu

Bukan karena dia atau mereka, ini tentang kamu.  Yang menghabisi diri sendiri dengan ketidakpercayaan.  Teruslah begitu, bila ingin begitu.  Sadarlah! Itu sangat menyakitkan! Semua yg direncanakan gagal dilakukan, Semua yg sudah dipersiapkan justru dihancurkan diri sendiri dan pasrah terhadap semesta. Goodjob!