__________
(Untuk Hati yang Terluka - Isyana Sarasvati)
__________
Nb; Spesial thanks ya aku berikan kepada si empunya hati, karena sudah bersabar, menemani dan bertumbuh bersama hingga hari ini. xo
Sampailah akhirnya dipenghujung tahun di tahun 2019. Alhamdulillah, masih diberikan umur sampai didetik menuliskan ini. Alhamdulillah.
Akhir tahun identik dengan flashback atas apa yang dilakukan dalam satu tahun ini. Semuanya berlomba-lomba mengevaluasi apa yang telah terjadi dalam kehidupan dan menggunakannya untuk membuat resolusi di tahun depan. Sama kok, gua juga gitu.
Kegiatan evaluasi ini cukup membuat gua kewalahan, kenapa? karena ketika evaluasi gua harus me-recall semua memori, baik yang membuat tertawa, tersenyum sampai yang membuat menangis dijam 2.30 pagi. Gua dibuat kewalahan karenanya, kegiatan ini sukses membuat gua baru tidur setelah mendengar adzan subuh, dan tidak tanggung-tanggung keadaan ini berlangsung kuranglebih satu bulan lamanya.
Tahun 2019, di awali dengan patah hati pertama gua. Nangis? jelas. Siapasih manusia di dunia ini yang tidak menangis ketika patah hati. Kejadian patah hati ini bener-bener membuat gua menjelma menjadi seseorang yang tidak menyenangkan. Disini gua dipaksa ikhlas, mengerti dan menerima. Mudah dikatakan, tapi sulit dipraktikkan. Berat memang, tapi mau bagaimana namanya juga hidup. Kalau ditanya apakah hubungannya hancur? tidak, kejadian ini membuat kita saling mengerti. hahaha apansih?
2019, tahun dimana gua bisa melepaskan 50% beban yang ditanggung oleh hati. Di tahun ini gua berbaikan dengan satu dari temen di masa lalu. Jujur, gua cuman bisa mengucap Terimakasih Tuhan. Dia kasih apa yang sama sekali tidak gua bayangkan sebelumnya.
Memang ya, dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Setelah dipikir dengan matang, ternyata banyak kemudahan yang tidak disadari. Salah satunya, ketenangan hati. Berangsur setelah kejadian patah hati Tuhan berikan itu. Tuhan berikan indahnya disayangi, Tuhan berikan perasaan tenang, Tuhan berikan teman-teman yang mendengarkan, Tuhan tegur gua dengan kepekaan hati dan sekarang di akhir tahun Tuhan berikan kenyamanan berkumpul dengan oranglain.
Di akhir tahun ini juga Tuhan tidak berikan gua perasaan sepi sedih sendiri, Tuhan mengirim banyak malaikat malam ini. Mungkin tidak secara islami gua merayakan tahun baru, tapi insya Allah tidak ada hal buruk yang direncanakan terjadi. Hari terakhir tahun ini gua habiskan di kantor dan ditutup dengan barbekyuan dengan manusia kantor. Mereka memang bukan ahli agama tapi setidaknya mereka tidak merasa paling benar hingga menghina oranglain.
Membicarakan akhir tahun dan tahun baru menyenggol harapan atau resolusi. Memang ada beberapa list resolusi yang tidak terlaksana dengan baik, namun tidak apa gua bisa menjadikannya terwujud di Tahun 2020. Insya Allah. Salah satunya di tahun 2020, hal besar yang ingin gua lakukan adalah ambil konseling yang pernah tertunda. Sejauh ini gua tidak se-fragile dua tahun atau bahkan tahun lalu, tapi mungkin 2020 adalah waktu yang tepat untuk menutaskan perasaan negatif yang ada agar tak merembet ke orang-orang yang gua sayangi.
Jika kau tak dapatkan apa yang kau inginkan
Bukan berarti kau usai
(Untuk Hati yang Terluka - Isyana Sarasvati)
__________
Nb; Spesial thanks ya aku berikan kepada si empunya hati, karena sudah bersabar, menemani dan bertumbuh bersama hingga hari ini. xo
Komentar
Posting Komentar