Langsung ke konten utama

Dua Puluh Dua


Kalau tahun lalu aku takut tidak ada yang mengucapkan Selamat Ulang Tahun, tidak ada surprise dari teman-teman terdekat atau bahkan dari dia, Y. Berbeda dengan tahun ini. Aku tidak mengharapkan lebih. Kita tidak bisa mengontrol apa yang akan mereka katakan dan lakukan. Selalu ku ingat-ingat dengan baik, ku tanamkan dalam diri agar tidak ada perasaan kecewa walau semua orang berkata kecewa itu manusiawi.
___

Kumulai dengan bangun pada pukul 1 pagi, bukan karena aku menunggu teman-temanku mengucapkan selamat,  terbangun karena ternyata aku tertidur di atas laptop dari jam 9 malam. Mention pertama berasal dari temanku F, yang sangat kusayangi, yg kadang-kadang tanpa menjelaskan apapun ia mengerti apa yang kurasakan. Ucapan setelahnya berasal dari temanku, A yang malam itu sibuk dengan TA nya,  tak lama ada telpon dari dia, Y. Seperti biasa, berbicara dengannya pada dini hari tak cukup hanya setengah jam. Entahlah bumbu apa yang dibubuhkan. 

Memperbaiki hubungan dengan siapapun. Pergilah aku ke sidang tengku, A pada siangnya. Saat itu Jogja sedang panas-panasnya. Demi, hubungan pertemanan yang lebih baik, aku datang. Setelahnya aku mendapat beberapa gift lucu-lucu, satu diantaranya adalah obat pelangsing. Baiklah, mungkin ini kode, mungkin memang saatnya aku kembali kurus mengingat banyak baju dan celana yg mulai tidak muat dipakai. Setelahnya aku pergi konsultasi ke dospem. 

Sorenya, dia, Y, mengajakku pergi untuk makan, sepertinya yang kali ini pantas disebut dengan nge-date. Mengajakku ke suatu tempat yang mungkin akan sangat jarang aku pergi kesana lagi. Sayang uangnya, kataku dalam hati. 

Hari ini, hari ulang tahunku memang bertepatan dengan tayang perdana Marvel: Endgame, aku dan bersebelas temanku yang lain sudah mengagendakan dari jauh hari untuk menonton bersama. Sebelum berpisah dengan dia, dia mengajakku menemui temannya yang ternyata juga temanku, untuk mengambil sebuah bingkisan yg sampai beberapa menit kemudian masih kupercayai sebagai pil pelangsing. Di Ind*maret, dia memberikan bingkisan itu, yang ternyata sebuah benda yg pernah ku inginkan namun tak pernah kusadari. 

Singkat cerita, aku berpisah dengan dia dan pergi ke bioskop bertemu teman-temanku yang sudah lebih dulu datang. Semoga endgame benar-benar menjadi endgame. Tidak ada lagi kebencian yang terucap, tidak adalagi batas kesabaran, tidak adalagi sedih dan tangis. Waktunya membuka lembaran baru. Hari ulangtahunku berakhir bersamaan dengan berakhirnya Marvel; Endgame.

Sebelum berakhir (ditengah menonton) aku mendapat ucapan dari orang jauh, K. Yang sebenarnya sudah kutunggu dari pagi, ku kira ia marah padaku. ternyata sengaja menjadi terakhir, diakhir hari ia memberikan kejutan berupa belasan story dan special video. Hehehehe.

Aku senang dengan apa yang terjadi hari ini, Tuhan memberi banyak pelajaran kepadaku.
________

Sepulang menonton, ketika aku mulai mengantuk

Dihari yang berbeda, pukul setengah 2 pagi teman-teman SMA ku dan dia, Y tiba-tiba muncul didepan kos. Yang menjadi favoritku adalah mereka dan dia, Y menyanyi, tersenyum sambil membawa kue. best part-nya adalah ketika ia tersenyum tulus, Aku terharu, senang, tapi bingung harus berekspresi seperti apa. Hingga aku lupa untuk mengabadikan momen foto bersama dengan mereka yang datang memberi kejutan.
________

22 tahun. Sudah lebih dari seperlima abad aku menghirup udara, merasakan indahnya matahari pagi, dan cantiknya malam. Ya, doaku untuk diriku, semoga semakin bijaksana untuk belajar dari kesalahan-kesalahan masalalu, memiliki banyak waktu dengan keluarga dan teman, dilancarkan skripsinya, lebih tekun belajar koding, analis-analis, dan kedja tabun ini. aamiin 🙏

Terimakasih 👄






-ditulis pd 25 April

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIMUR DAN LAHIRNYA MPRET

Timur adalah orang yang menginspirasi gue untuk membuat sebuah tulisan yang ditujukan kepada anak, karena menurutnya kita juga akan jadi orangtua, dan bagi orangtua nggak ada yang lebih berharga daripada anaknya. Makanya akhirnya gue mempersembahkan semua tulisan berikut termasuk yang alay buat anak gue.  Mpret, panggilan kesayangan gue kepada anak-anak gue yang nantinya baca tulisan gue ini.  Kalo gue masih hidup pas lo baca ini jangan ngecengin gue kalo suatu saat lo nemuin blog ini, karena gue gengsi banget, dan mungkin beberapa tulisan disini bikin gue malu. Tapi karena blog ini salah satu hal yang nemenin gue, jadi dia berharga dan gue pertahankan sampai sekarang. Lewat semua tulisan disini gue mau lo tau kalo ibu lo ini ngga sempurna, ibu lo punya salah, ibu lo pernah alay, ibu lo memalukan, ibu lo bucin, ibu lo pernah bego, tapi ibu lo belajar dari semua itu dan nggak menyerah buat jadi pribadi yang lebih baik.  Tujuan lain gue nulis disini karena gue mau lo ngeras...

Cadar

Apa yang kamu pikirkan ketika kamu mendengar kata cadar? Teroris? Isis? Islam sesat? Islam garis keras? Peculik? Cuci otak? Tidak ramah? Ribet? Mengapa semuanya berbau negatif ya? Suudzon-kah namanya? Oke aku tak akan membahas tentang suudzon. Aku ingin memberi sedikit bocoran tentang apa yang aku pikirkan ketika aku mendengar kata “cadar”. Awal mulanya, aku berfikir demikian juga, sama seperti kebanyakan orang. Aku berfikir bahwa mereka yg bercadar adalah orang Islam yg suka menculik, orang Islam yg berada dalam garis keras, suka mencuci otak oranglain. Setelah ku pikir sekarang, aku seperti itu karena aku tidak mengenal betul apa itu cadar dan mengapa sebagian orang memakainya. Dan aku tak terbiasa melihat orang bercadar. Mengapa tak terbiasa? Mulai dari kecil aku hanya melihat orang-orang tak berjilbab, memakai rok pendek, celana pendek, namun masih dalam batas wajar. Suatu ketika aku melihat berita di tv mengenai teroris, kemudian beberapa ...

Karenamu

Bukan karena dia atau mereka, ini tentang kamu.  Yang menghabisi diri sendiri dengan ketidakpercayaan.  Teruslah begitu, bila ingin begitu.  Sadarlah! Itu sangat menyakitkan! Semua yg direncanakan gagal dilakukan, Semua yg sudah dipersiapkan justru dihancurkan diri sendiri dan pasrah terhadap semesta. Goodjob!