Langsung ke konten utama

Review Buku (Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas)




Penulis           : Eka Kurniawan

Genre             : Fiksi

Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan 1       : Mei, 2014

ISBN               : 9786020303932

Halaman        : 256

Harga              : 62.500

Rating             : 4/5



Vulgar. Mikir. Tidak Waras. Tiga kata yang menurutku bisa menggambarkan bagaimana isi dari buku tersebut. Ini merupakan novel karya Eka Kurniawan pertama yang ku baca, namun ini merupakan buku ketiga setelah Cantik Itu Luka dan Lelaki Harimau, yang dua duanya merupakan buku yang worth to read karena prestasi yang diterima buku tersebut.



Eka Kurniawan merupakan seorang novelis yang menyelesaikan pendidikannya di UGM, Yogyakarta jurusan filsafat. Buku ini merupakan karyanya setelah 10 tahun dari lahirnya Lelaki Harimau yang pada 2016 berhasil masuk pada daftar 13 novel fiksi terbaik versi The Man Booker Prize Internasional Award 2016.



Aku belum membaca semua buku karya Eka Kurniawan tetapi aku cukup penasaran dengan karyanya yang berjudul Cantik Itu Luka yang mendapat penghargaan di World Reader’s Award 2016 di Hongkong dan yang berjudul O.



Karena prestasi dari buku tersebut aku berkeinginan untuk membaca bukunya.

__________


Buku Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas ini menceritakan tentang seorang anak bernama Ajo Kawir. Seorang anak dengan burung yang tenang, tidak mau bangun dan mengeras. Seperti mati suri, tidak tertarik dengan hal hal pada umumnya. Ajo Kawir memiliki teman bernama Si Tokek, di dalam buku ini Si Tokek digambarkan sebagai seorang yang paling merasa bersalah atas ke-tenangan burung Ajo Kawir. Ia menganggap burung Ajo Kawir tidak dapat bangun setelah ia mengajajak Ajo Kawir untuk menikmati pemandangan indah. yang waktu itu menyebabkan Ajo Kawir tertangkap dua orang polisi yang memperkosa seorang gadis yang tidak waras (Rona Merah).



Pada saat Ajo Kawir yang kala itu belum bisa menerima keadaannya akhirnya dibantu oleh Si Tokek, lalu kemudian ia menceritakan kepada Iwan Angsa (Ayah dari Si Tokek). Mereka berdua selalu berusaha membantu mengganggu ketenangan burung Ajo Kawir dengan cara cara yang wah. Pernah suatu hari, Iwan Angsa memberikan buku-buku tipis berisikan tentang persetubuhan kepada Ajo Kawir dengan harapan si burung akan bangun, tetapi tidak, burung tetap tidak dapat diganggu. Kemudian Iwan pernah mengajak Ajo Kawir jajan di pinggir rel kereta api, dan menyewakan seorang perempuan yang tugasnya memang untuk membangunkan si Burung. Namun tetap sia sia, burung tetap kekeuh untuk tidak bangun. Dalam buku ini memang tidak diceritakan apalagi usahanya namun yang jelas lambat laun Ajo Kawir menerima kekurangan tersebut.



Suatu hari ia bertemu seorang gadis bernama Iteung, ia adalah gadis yang manis tetapi dibalik wajah manisnya ia merupakan seorang petarung yg tangguh. Mereka berdua sama sama saling menyukai dan ingin memiliki. Tapi Ajo Kawir juga takut tak bisa membahagiakan Iteung kelak sebagai istrinya.



Permasalahan yang ada pada buku ini adalah tentang burung Ajo Kawir yang tidak dapat berdiri dan mengeras. Sejujurnya aku kaget ketika pertama kali membaca buku ini, aku menemukan kata kata yang menurut sebagian besar orang adalah sesuatu yang tabu untuk diucapkan apalagi ditulis dan dipublikasikan. Tetapi ketika saya mendiskusikan dengan temanku, katanya ”Biasa aja jen, sekarang genre buku di Indonesia yang lagi hits memang yang seperti itu.” Ini buku pertama yang kuanggap sangat frontal menjelaskan sesuatu. HAHAHA mungkin aku yang kurang baca buku, mungkin aku yang kuper. Aku tidak menyarankan untuk memberikan buku ini sebagai bacaan untuk orang orang yang belum bisa membedakan mana baik mana buruk. Aku hanya takut mereka membayangkan atau bahkan mencoba setelah membaca buku ini.



Terlepas dari penilaian baik buruknya buku ini menurut adat istiadat dan menurut pendapat masing masing individu, menurutku buku ini bagus, penulis bisa menjelaskan dengan baik sehingga pembaca dapat memahami dengan mudah. Buktinya anak seperti aku bisa senyum senyum membicarakan jari manusia. HAHAHAHA. Kemudian secara alur, keren, menurutku, menggunakan alur maju mundur. Sempat bingung dalam membaca isi buku dan alurnya tetapi lama lama seru, ada rasa penasaran dari sudut pandang mana saya bisa melihat buku ini sebagai buku yang keren, jadi saya tidak memfokuskan otak saya untuk memikirkan yang mesum dan berusaha tetap konsen kepada pesan apa yang ingin penulis sampaikan. Ini buku tercepat yang bisa ku selesaikan sekitar 3 jam disambi dengan ngemil dan main hp. Buku ini keren menggunakan tokoh tokoh yang tidak biasa. 



__________

Ada beberapa percakapan yang menarik menurut saya ;



… Mereka pergi mengaji tapi sebenarnya tidak tahu apa apa... (hal. 8)



Entah mengapa kalimat ini mengatakan bahwa berarti yang pergi mengaji saja masih tidak tahu apa apa, apalagi kalau seseorang tidak mengaji.



“Sebab dulu ia temanku. Sekarang juga masih temanku, tapi ia tak mau bicara dengan siapapun” (hal. 12)

Mengingatkan ku untuk tetap berusaha baik kepada orang yang sempat membuat hati bete.  Nggak boleh bete, kalau di buku ini diceritakan teman tidak mau berbicara karena dia tidak waras. Jadi kalau ada temanmu yang tidak mau berbicara mungkin dia… HAHAHA

__________

Sekarang sudah mulai musim penghujan, jangan lupa ponco, jangan skip skip makan, nggak ada yang perhatian aja sok sok skip makan :))

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIMUR DAN LAHIRNYA MPRET

Timur adalah orang yang menginspirasi gue untuk membuat sebuah tulisan yang ditujukan kepada anak, karena menurutnya kita juga akan jadi orangtua, dan bagi orangtua nggak ada yang lebih berharga daripada anaknya. Makanya akhirnya gue mempersembahkan semua tulisan berikut termasuk yang alay buat anak gue.  Mpret, panggilan kesayangan gue kepada anak-anak gue yang nantinya baca tulisan gue ini.  Kalo gue masih hidup pas lo baca ini jangan ngecengin gue kalo suatu saat lo nemuin blog ini, karena gue gengsi banget, dan mungkin beberapa tulisan disini bikin gue malu. Tapi karena blog ini salah satu hal yang nemenin gue, jadi dia berharga dan gue pertahankan sampai sekarang. Lewat semua tulisan disini gue mau lo tau kalo ibu lo ini ngga sempurna, ibu lo punya salah, ibu lo pernah alay, ibu lo memalukan, ibu lo bucin, ibu lo pernah bego, tapi ibu lo belajar dari semua itu dan nggak menyerah buat jadi pribadi yang lebih baik.  Tujuan lain gue nulis disini karena gue mau lo ngeras...

Cadar

Apa yang kamu pikirkan ketika kamu mendengar kata cadar? Teroris? Isis? Islam sesat? Islam garis keras? Peculik? Cuci otak? Tidak ramah? Ribet? Mengapa semuanya berbau negatif ya? Suudzon-kah namanya? Oke aku tak akan membahas tentang suudzon. Aku ingin memberi sedikit bocoran tentang apa yang aku pikirkan ketika aku mendengar kata “cadar”. Awal mulanya, aku berfikir demikian juga, sama seperti kebanyakan orang. Aku berfikir bahwa mereka yg bercadar adalah orang Islam yg suka menculik, orang Islam yg berada dalam garis keras, suka mencuci otak oranglain. Setelah ku pikir sekarang, aku seperti itu karena aku tidak mengenal betul apa itu cadar dan mengapa sebagian orang memakainya. Dan aku tak terbiasa melihat orang bercadar. Mengapa tak terbiasa? Mulai dari kecil aku hanya melihat orang-orang tak berjilbab, memakai rok pendek, celana pendek, namun masih dalam batas wajar. Suatu ketika aku melihat berita di tv mengenai teroris, kemudian beberapa ...

Karenamu

Bukan karena dia atau mereka, ini tentang kamu.  Yang menghabisi diri sendiri dengan ketidakpercayaan.  Teruslah begitu, bila ingin begitu.  Sadarlah! Itu sangat menyakitkan! Semua yg direncanakan gagal dilakukan, Semua yg sudah dipersiapkan justru dihancurkan diri sendiri dan pasrah terhadap semesta. Goodjob!