Langsung ke konten utama

Ada Waktunya..


Ketika langit mulai mendung, jangan salahkan bila tak lama kemudian hujanpun turun.

Ketika malam menjelang, jangan salahkan bila tak lama kemudian langitpun gelap.
Ketika musim berganti menjadi kemarau, jangan salahkan bila tak lama lagi pohon-pohon akan gundul.

Semua itu ada waktunya.
Sama halnya dengan ia, ia atau ia.

Ada waktunya ketika ia berhenti untuk sekedar menoleh melihatmu seraya memastikan kau masih baik-baik saja dan masih berjalan di dekatnya. Ada pula waktunya ketika ia harus memalingkan pandangannya kembali menatap kedepan dan berjalan meninggalkanmu.

Ada waktunya ketika ia menggunakan senternya untuk menyinari jalanmu yang gelap. Ada pula waktunya ketika ia mengalihkan penyinaran ke arah jalannya sendiri.

Ada waktunya ketika ia mendongak ke arahmu menanyakan maukah kamu makan atau pertanyaan sepele lainnya. Ada waktunya ia kembali asyik dengan dunia gamenya.

Ada waktunya ketika Tuhan berkata dekatlah. Ada waktunya ketika Tuhan kembali berkata jauhlah. 
Yay, semuanya ada waktunya tinggal bagaimana kita yang menjalani apa yang telah di gariskan.

*gajebangetetdahguanya, managanyambung, yabodoya, bacaajasi :) *

Komentar

  1. Ada waktunya 'karpet biru' jadi pelaminan HAHA

    BalasHapus
  2. Main atuh ke blog aku juga, jen. Wkwk.

    BalasHapus
  3. Ada waktunya tenda miring jadi kamar pengantin juga jen wkwk duh karpet biru menjadi saksi bisu

    BalasHapus
  4. Ada waktunya tenda miring jadi kamar pengantin juga jen wkwk duh karpet biru menjadi saksi bisu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIMUR DAN LAHIRNYA MPRET

Timur adalah orang yang menginspirasi gue untuk membuat sebuah tulisan yang ditujukan kepada anak, karena menurutnya kita juga akan jadi orangtua, dan bagi orangtua nggak ada yang lebih berharga daripada anaknya. Makanya akhirnya gue mempersembahkan semua tulisan berikut termasuk yang alay buat anak gue.  Mpret, panggilan kesayangan gue kepada anak-anak gue yang nantinya baca tulisan gue ini.  Kalo gue masih hidup pas lo baca ini jangan ngecengin gue kalo suatu saat lo nemuin blog ini, karena gue gengsi banget, dan mungkin beberapa tulisan disini bikin gue malu. Tapi karena blog ini salah satu hal yang nemenin gue, jadi dia berharga dan gue pertahankan sampai sekarang. Lewat semua tulisan disini gue mau lo tau kalo ibu lo ini ngga sempurna, ibu lo punya salah, ibu lo pernah alay, ibu lo memalukan, ibu lo bucin, ibu lo pernah bego, tapi ibu lo belajar dari semua itu dan nggak menyerah buat jadi pribadi yang lebih baik.  Tujuan lain gue nulis disini karena gue mau lo ngeras...

Cadar

Apa yang kamu pikirkan ketika kamu mendengar kata cadar? Teroris? Isis? Islam sesat? Islam garis keras? Peculik? Cuci otak? Tidak ramah? Ribet? Mengapa semuanya berbau negatif ya? Suudzon-kah namanya? Oke aku tak akan membahas tentang suudzon. Aku ingin memberi sedikit bocoran tentang apa yang aku pikirkan ketika aku mendengar kata “cadar”. Awal mulanya, aku berfikir demikian juga, sama seperti kebanyakan orang. Aku berfikir bahwa mereka yg bercadar adalah orang Islam yg suka menculik, orang Islam yg berada dalam garis keras, suka mencuci otak oranglain. Setelah ku pikir sekarang, aku seperti itu karena aku tidak mengenal betul apa itu cadar dan mengapa sebagian orang memakainya. Dan aku tak terbiasa melihat orang bercadar. Mengapa tak terbiasa? Mulai dari kecil aku hanya melihat orang-orang tak berjilbab, memakai rok pendek, celana pendek, namun masih dalam batas wajar. Suatu ketika aku melihat berita di tv mengenai teroris, kemudian beberapa ...

Karenamu

Bukan karena dia atau mereka, ini tentang kamu.  Yang menghabisi diri sendiri dengan ketidakpercayaan.  Teruslah begitu, bila ingin begitu.  Sadarlah! Itu sangat menyakitkan! Semua yg direncanakan gagal dilakukan, Semua yg sudah dipersiapkan justru dihancurkan diri sendiri dan pasrah terhadap semesta. Goodjob!