Langsung ke konten utama

Selamat dan Semangat!!

Selamat pagi kepada semua kalongers..
Saat ini waktu telah menunjukkan pukul 1.10 am. Seharusnya orang sepertiku ini sudah berlayar dipulau kapuk kemudian berjalan-jalan ke alam mimpi.
Namun, entah mengapa mata ini tak mau terpejam. Seperti masih ada yang mengganjal di hati, masih ada yang berlari-lari dipikiran.

(lagi) Selamat Pagi kepada semua kalongerss..
Lupakan atau anggap saja tak ada satu paragraf di atas.

(lagi) Selamat Pagi kepada semua kalongerss..
Lupakan semua yang tertulis disini.

Aku, sebagai penulis hanya ingin mengatakan "Semangat" untuk kalian yang mungkin sedang jungkir balik karena tugas negara atau provinsi, Untuk kalian yang mungkin sedang menata kembali impian impian setelah mengalami ujian kehidupan (re: UTS), Untuk kalian yang mungkin sedang bersiap-siap menunggu datangnya ujian keimanan (re: mau UTS). Yah, Semangat!!

(lagi) Selamat Pagi kepada semua kalongerss..
Ada rindu yang kuteriakkan pada hening malam ini.
Ada air mata yang tak sengaja terjatuh ketika membaca dan mengingat semua tentangmu.
Ada tawa yang sangat ingin kudengar keluar dari handphone-ku.
Ada harap yang melangit yang entah kapan terkabul.
 
(lagi) Selamat Pagi kepada semua kalongerss..
Lupakan atau anggap saja tak ada satu paragraf di atas.

(lagi) Selamat Pagi kepada semua kalongerss..
Lupakan semua yang tertulis disini.

Aku, sebagai penulis hanya ingin mengajakmu untuk selalu "tersenyum" dalam menghadapi segala keadaan dalam hidup. Aku hanya ingin mengatakan bahwa senyum adalah sebuah kewajiban yang harus kutebar setiap harinya. Bukan bermaksud untuk tebar pesona, hanya saja aku berpendapat bahwa dengan tersenyum maka aku termasuk dari orang-orang yang bersyukur akan nikmat Tuhan. Bersyukur atas segala yang tengah dirasa. Berpura-pura bahagia itu lebih baik dari pada menebar aura negatif dengan bermuka masam kepada sesama.

*Apasih*

(lagi) Selamat Pagi kepada semua kalongerss..
Maafkan segala keanehan dalam tulisan ini. Selamat menjalani aktifitas masing-masing.
Hokyaaa..

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIMUR DAN LAHIRNYA MPRET

Timur adalah orang yang menginspirasi gue untuk membuat sebuah tulisan yang ditujukan kepada anak, karena menurutnya kita juga akan jadi orangtua, dan bagi orangtua nggak ada yang lebih berharga daripada anaknya. Makanya akhirnya gue mempersembahkan semua tulisan berikut termasuk yang alay buat anak gue.  Mpret, panggilan kesayangan gue kepada anak-anak gue yang nantinya baca tulisan gue ini.  Kalo gue masih hidup pas lo baca ini jangan ngecengin gue kalo suatu saat lo nemuin blog ini, karena gue gengsi banget, dan mungkin beberapa tulisan disini bikin gue malu. Tapi karena blog ini salah satu hal yang nemenin gue, jadi dia berharga dan gue pertahankan sampai sekarang. Lewat semua tulisan disini gue mau lo tau kalo ibu lo ini ngga sempurna, ibu lo punya salah, ibu lo pernah alay, ibu lo memalukan, ibu lo bucin, ibu lo pernah bego, tapi ibu lo belajar dari semua itu dan nggak menyerah buat jadi pribadi yang lebih baik.  Tujuan lain gue nulis disini karena gue mau lo ngeras...

Cadar

Apa yang kamu pikirkan ketika kamu mendengar kata cadar? Teroris? Isis? Islam sesat? Islam garis keras? Peculik? Cuci otak? Tidak ramah? Ribet? Mengapa semuanya berbau negatif ya? Suudzon-kah namanya? Oke aku tak akan membahas tentang suudzon. Aku ingin memberi sedikit bocoran tentang apa yang aku pikirkan ketika aku mendengar kata “cadar”. Awal mulanya, aku berfikir demikian juga, sama seperti kebanyakan orang. Aku berfikir bahwa mereka yg bercadar adalah orang Islam yg suka menculik, orang Islam yg berada dalam garis keras, suka mencuci otak oranglain. Setelah ku pikir sekarang, aku seperti itu karena aku tidak mengenal betul apa itu cadar dan mengapa sebagian orang memakainya. Dan aku tak terbiasa melihat orang bercadar. Mengapa tak terbiasa? Mulai dari kecil aku hanya melihat orang-orang tak berjilbab, memakai rok pendek, celana pendek, namun masih dalam batas wajar. Suatu ketika aku melihat berita di tv mengenai teroris, kemudian beberapa ...

Karenamu

Bukan karena dia atau mereka, ini tentang kamu.  Yang menghabisi diri sendiri dengan ketidakpercayaan.  Teruslah begitu, bila ingin begitu.  Sadarlah! Itu sangat menyakitkan! Semua yg direncanakan gagal dilakukan, Semua yg sudah dipersiapkan justru dihancurkan diri sendiri dan pasrah terhadap semesta. Goodjob!