Langsung ke konten utama

Cinta merubah segalanya

Jatuh cinta itu bisa merubah segalanya.
Menurutku itu benar, ya sangat benar. Jadi begini, mungkin awalnya kamu  bukanlah seorang pengingat yang baik tapi karena cinta kamu dapat  berubah menjadi seorang pengingat yang luar biasa. Kamu hafal betul  bentuk wajahnya. Apakah alisnya tebal atau tipis. Apakah matanya lebar  atau sipit. Apakah hidungnya mancung atau pesek. Apakah bibirnya tebal  atau tipis. Tidak ada istilah jelek ketika jatuh cinta.

Kamu hafal betul apa hobinya. Apa klub bola kesukaannya. kapan si dia nganter loundr. Kapan si dia jadi imam. Kapan si dia ngaji. Kapan si dia nyengir. Kapan si dia ketawa. Kapan si dia main bola. Kapan si dia makan. Dimana si dia tinggal. Dimana si dia sekarang.

Dia. Dia. Dia selalu Dia. Bahkan kamu masih ingat "halo" pertama dari si dia. Telefon pertama dari si dia. Sms pertama dari si dia. Kamu juga sangat mengingat detil peristiwa yang terjadi dengan si dia. 

Kamu mungkin sangat membenci hari Senin, tapi demi menemui orang yang  kamu cintai kamu selalu menunggu hari itu. Kamu mungkin juga sangat  membenci hari Jumat, tapi demi mendengar suara orang yang kamu cintai  kamu juga selalu menunggu hari itu.

Pagi-pagi sekali kamu bangun lalu segera menuju ke masjid dengan  semangat. Sepulang dari masjid langsung lari ke kamar mandi. Di kamar  mandi, kamu menyanyi lagu-lagu cinta dengan riang. Setelah itu, kamu  akan sarapan dengan porsi yang sangat sedikit. Karena perasaan ini sudah  membuat perutmu penuh. Berangkatlah kamu ke sekolah sebagai murid  pertama di kelas. Ketika bel pulang berbunyi kamu buru-buru keluar kelas  agar dapat bertemu si dia di jalan. Kamu tidak akan sabar  menceritakan perkembangan kisahmu kepada teman-temanmu.Ya, mungkin sama seperti yang aku lakukan setiap harinya.

Terdengar membosankan? mungkin, tapi aku menikmatinya. Aku sangat menikmati setiap detik yang ada dalam hidupku. Masa Putih abu-abu yang tak tergantikan. Kalian kaya gitu juga nggak?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIMUR DAN LAHIRNYA MPRET

Timur adalah orang yang menginspirasi gue untuk membuat sebuah tulisan yang ditujukan kepada anak, karena menurutnya kita juga akan jadi orangtua, dan bagi orangtua nggak ada yang lebih berharga daripada anaknya. Makanya akhirnya gue mempersembahkan semua tulisan berikut termasuk yang alay buat anak gue.  Mpret, panggilan kesayangan gue kepada anak-anak gue yang nantinya baca tulisan gue ini.  Kalo gue masih hidup pas lo baca ini jangan ngecengin gue kalo suatu saat lo nemuin blog ini, karena gue gengsi banget, dan mungkin beberapa tulisan disini bikin gue malu. Tapi karena blog ini salah satu hal yang nemenin gue, jadi dia berharga dan gue pertahankan sampai sekarang. Lewat semua tulisan disini gue mau lo tau kalo ibu lo ini ngga sempurna, ibu lo punya salah, ibu lo pernah alay, ibu lo memalukan, ibu lo bucin, ibu lo pernah bego, tapi ibu lo belajar dari semua itu dan nggak menyerah buat jadi pribadi yang lebih baik.  Tujuan lain gue nulis disini karena gue mau lo ngeras...

Cadar

Apa yang kamu pikirkan ketika kamu mendengar kata cadar? Teroris? Isis? Islam sesat? Islam garis keras? Peculik? Cuci otak? Tidak ramah? Ribet? Mengapa semuanya berbau negatif ya? Suudzon-kah namanya? Oke aku tak akan membahas tentang suudzon. Aku ingin memberi sedikit bocoran tentang apa yang aku pikirkan ketika aku mendengar kata “cadar”. Awal mulanya, aku berfikir demikian juga, sama seperti kebanyakan orang. Aku berfikir bahwa mereka yg bercadar adalah orang Islam yg suka menculik, orang Islam yg berada dalam garis keras, suka mencuci otak oranglain. Setelah ku pikir sekarang, aku seperti itu karena aku tidak mengenal betul apa itu cadar dan mengapa sebagian orang memakainya. Dan aku tak terbiasa melihat orang bercadar. Mengapa tak terbiasa? Mulai dari kecil aku hanya melihat orang-orang tak berjilbab, memakai rok pendek, celana pendek, namun masih dalam batas wajar. Suatu ketika aku melihat berita di tv mengenai teroris, kemudian beberapa ...

Karenamu

Bukan karena dia atau mereka, ini tentang kamu.  Yang menghabisi diri sendiri dengan ketidakpercayaan.  Teruslah begitu, bila ingin begitu.  Sadarlah! Itu sangat menyakitkan! Semua yg direncanakan gagal dilakukan, Semua yg sudah dipersiapkan justru dihancurkan diri sendiri dan pasrah terhadap semesta. Goodjob!