Kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang?
(Renggang)
Tak perlu memikirkan tentang apa yang akan datang
Di esok hari?
Tubuh yang berpatah hati
Bergantung pada gaji
Berlomba jadi asri
Mengais validasi
Dan akupun tak hadir
Seakan paling mahir
Menenangkan dirimu yang merasa terpinggirkan
Dunia, tak pernah adil
Kita semua gagal
Angkat minumanmu
Bersedih bersama-sama
(Aa, aa, aa, aa, aa)
Sia sia
(Pada akhirnya)
Putus asa
(Terekam pedih semua)
Masalahnya
Lebih dari yang
Secukupnya
(Secukupnya - Hindia)
__________
Yang tak bisa terobati
Biarlah
Mengering sendiri
Menghias tubuh dan
Yang mengevaluasi
Ragamu
Hanya kau sendiri
Mereka tak mampu
Melewati yang telah kau lewati
Tiap berganti hari
Rintangan yang kau hadapi
Masalah yang mengeruh
Perasaan yang rapuh
Ini belum separuhnya
Biasa saja
Kamu tak apa
Bilas muka, gosok gigi, evaluasi
Tidur sejenak menemui esok pagi
Walau pedih ku bersamamu kali ini
Ku masih ingin melihatmu esok hari
(Evaluasi - Hindia)
__________
Tenangkan hati
Semua ini bukan salahmu
Jangan berhenti
Yang kau takutkan takkan terjadi
Yang dicari, hilang
Yang dikejar, lari
Yang ditunggu
Yang diharap
Biarkanlah semesta bekerja
Untukmu
(Rehat - Kunto Aji)
__________
Telat kusadar
Hidup bukanlah
Perihal mengambil yang kau tebar
Sedikit air yang kupunya
Milikmu juga, bersama
Bisakah kita tetap memberi, walau tak suci
Bisakah terus mengobati, walau membiru
Cukup besar, tuk mengampuni, tuk mengasihi
Tanpa memperhitungkan masa yang lalu
Walau kering, bisakah kita tetap membasuh
(Membasuh - Hindia, Rara Sekar)
__________
Gara-gara lagu,
Sepele ya sepertinya?
Gara-gara lagu,
Manusia bisa nangis sesenggukan, tertawa pedih, atau tersenyum setelah atau saat mendengarkannya.
Gara-gara lagu,
Mood bisa berubah tiba-tiba. Ya hanya karena lagu.
Gara-gara lagu,
Manusia bisa semangat dan bangkit dari keterpurukannya. Ya hanya karena lagu.
__________
Untukmu siapapun kamu, yang sedang patah hati, atau kecewa terhadap sesuatu. Jika sesak datang saat mendengar lagu kenangan yang tak lagi terasa indah didengar, tak apa. Menangislah. Jika sesak datang saat mendengar lagu yang dapat mewakili perasaanmu, tak apa. Menangislah. Menangis bukan berarti lemah. Mungkin ini prosesmu untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh.
Ketika aku menyukai suatu lagu, alasan utamanya adalah karena lirik yang sesuai dengan apa yang kurasakan. Menyemangati diri sendiri. Ya, bisa dibilang begitu, karena tak ada yang dapat menyemangati diri sebaik diri sendiri. Tak ada yang dapat menolong diri selain diri sendiri. Cacian atau hinaan selamanya akan ada dalam hidup seseorang tanpa kecuali. Aku dan kamu tidak akan pernah bisa mengatur apa yang mereka katakan dan mereka pikirkan. Tapi aku dan kamu secara pribadi bisa mengatur respon diri terhadap suatu kejadian. Aku dan kamu pasti punya luka masing-masing. Luka dari masalalu yang tak akan pernah bisa berubah. Tak akan sama memang. Mungkin bisa memiliki dampak yang sama; trauma.
Tapi aku dan kamu sama sama manusia yg berhak bahagia dengan apapun itu caranya. Jika kamu merasa sendiri, jangan takut, jangan sedih, jika kau percaya tuhan maka akan ku katakan ada tuhan di dekatmu, jika tidak, akan ku katakan masih ada orang-orang yang peduli padamu. Seperti mas Kun, atau mas Bas yang menciptakan lagu seindah empat lagu di atas. Dengarlah mungkin akan membuat hatimu lebih baik. Cukup sudah yuk jangan menyalahkan diri sendiri. Yuk bangkit, yuk! Selamat berproses, dimanapun kamu berada.
__________
Lelah itu pasti, tapi tenang harus selalu dicari.
Komentar
Posting Komentar